Pemerintah Kamboja mengambil langkah modernisasi proses imigrasi dengan memperkenalkan sistem Cambodia e-Arrival Card wajib bagi semua wisatawan asing. Kebijakan terbaru ini efektif menggantikan dokumen konvensional berbasis kertas dan dirancang untuk memperlancar arus kedatangan turis di dua bandara utama negara tersebut.
Berdasarkan rilis resmi yang dikutip dari Seasia, sistem e-Arrival yang mulai diberlakukan ini mengintegrasikan tiga fungsi utama:
Wisatawan diwajibkan menyelesaikan pengisian data akun pro kamboja minimal 7 hari sebelum kedatangan melalui platform digital. Meski demikian, persyaratan visa tetap berlaku dengan opsi aplikasi online (e-visa) atau visa on arrival.
Saat ini, sistem hanya berlaku untuk pintu masuk udara di:
✓ Bandara Internasional Phnom Penh
✓ Bandara Siem Reap
Sementara kedatangan melalui Bandara Sihanoukville, perbatasan darat, atau pelabuhan masih menggunakan prosedur manual. Pemerintah menyatakan perluasan implementasi akan dievaluasi berdasarkan hasil fase pertama.
Pelancong dapat mengakses sistem melalui:
Prosedur lengkap mencakup:
Bagi yang terlambat mengisi, tersedia fasilitas:
Pakar pariwisata Kamboja memperkirakan kebijakan ini dapat:
→ Mengurangi waktu proses imigrasi hingga 40%
→ Meningkatkan angka kunjungan turis asing
→ Memperkuat citra destinasi yang terdigitalisasi
“Langkah ini sejalan dengan tren global modernisasi pintu masuk negara. Kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” tegas juru bicara Kementerian Pariwisata Kamboja.